Senin, 19 April 2010

Buanglah Sampah Pada Tempat nya . . .


“Buanglah sampah pada tempatnya”, bisa jadi sebuah kata-kata klasik, yang saya yakin hampir semua orang pernah mendengar nasihat ini. Tapi mengapa masih juga ada yang membuang sampah tidak pada tempatnya? Sebuah slogan seperti itu memang terkadang dilema. Kalau kita terlalu sering mengucapkannya, orang akan cenderung terbiasa mendengar, dan bisa jadi nasihat itu hanya akan menjadi slogan klise tanpa makna. Tapi kalau jarang disampaikan, namanya manusia, akan cenderung untuk lupa akan pentingnya 'membuang sampah pada tempatnya'. Dan semua kata-kata itu seperti tak ada lagi artinya.


Sampah merupakan barang yang tidak terpakai atau sisa atau residu baik secara langsung maupun tidak langsung berasal dari aktivitas manusia dan alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Secara garis besar sampah dihasilkan dari beberapa sumber antara lain:
1. Sampah dari pemukiman,
2. Sampah dari industri/pabrik,
3. Sampah dari tempat publik.

Sampah terdiri dari tiga jenis:
1. Sampah organik
2. sampah non-organik
3. sampah berbahaya/beracun

Masalah sampah merupakan masalah yang sangat pelik dan kompleks bahkan terkadang menjadi masalah yang besar apabila kita tidak arif untuk memecahkan persoalan tersebut.

Sebagai ilustrasi,
1. misalkan dalam 1 hari kita membuang satu kantung plastik bekas ke selokan/pinggr sungai, pernahkah kita pikir apa yang terjadi kalau dalam satu bulan saja kita membuang kantung plastik tersebut ketempat yang sama? Pernahkah kita berpikir kalau ada beberapa teman kita atau bahkan banyak yang membuang benda yang sama ke tempat yang sama dan secara bersamaan pula? Apakah yang akan terjadi ditempat tersebut apabila kantung plastik tersebut tidak ada yang membersihkannya atau dibiarkan begitu saja.
2. misalkan di dalam satu ruangan berukuran 20 x 20 m2 cuma ada 1 diantara 300 orang yang merokok, tentunya kita beranggapan asapnya tidak akan mengganggu. Tetapi apabila yang merokok tersebut bertambah menjadi 30 orang, atau 100 orang atau bahkan semuanya merokok secara bersamaan, apakah yang akan terjadi? Masih nyaman kah?

Beberapa anggapan yang terkadang muncul dari pikiran kita antara lain:
1. apa yang kita buang hanya sedikit
2. tidak ada orang lain disekitar kita yang melakukan hal yang sama.
3. apa yang kita perbuat tidak akan membahayakan orang lain atau lingkungan
4. ”dia kan digaji untuk pekerjaannya itu, kenapa harus membantunya”
5. ”itu bukan pekerjaan kita” atau ”ada orang lain yang mengurusinya”

Permasalahan sampah sebenarnya dapat lebih disederhanakan apabila semua pihak mau peduli, berfikir dan berkomitmen untuk menyelesaikannya. Permasalahan tidak akan selesai dengan sendirinya tanpa ada tindakan yang serius dari kita sendiri.

Untuk permasalahan yang besar, sebaiknya dilihat dahulu peluang untuk menyelesaikannya dari tingkatan yang lebih kecil. karena cenderung permasalahan yang besar merupakan akumulasi dari berbagai permasalahan yang kita anggap kecil seperti yang saya ilustrasikan diatas.

Pemilahan jenis-jenis sampah

Kita semua tentunya tahu apa yang kita beli, apa yang kita makan dan apa yang harus kita buang. Begitu pula dengan sampah yang akan kita buang. Untuk rumah tangga alangkah baiknya kalau kita menyediakan beberapa tempat seperti kotak sampah atau kantung plastik, kemudian ”buanglah sampah pada tempatnya” sesuai dengan jenisnya. Mungkin bagi kita terlalu repot untuk menyediakan 3 jenis kotak sampah atau 3 buah kantung plastik yang kita beri tanda untuk masing-masing jenis sampah seperti sampah organik, sampah kertas dan sampah logam dan plastik. Tetapi apabila dilihat dari manfaatnya kedepan mungkin akan berbeda pandangan kita nantinya.

Karena budaya pemilahan/pemisahan sampah ini belum populer di Indonesia, maka perlu sosialisasi dan juga diperlukan kesadaran dari masing-masing individu untuk dapat melaksanakannya.

Baca juga ini :

1.senyum lah agar panjang umur

2.menghilangkan kebiasaan merokok

3.waktu hidup

4.cuma browsing bisa dapet uang

5.tips membantu berhenti merokok

6.Makin banyak duduk makin pendek umur

7.akibat rokok, penyakit jantung makin menyerang orang muda

8.Cukupkah waktu tidur anda


Selengkapnya...

Senyumlah Agar Panjang Umur


NEW YORK, KOMPAS.com — Rahasia panjang umur ternyata bisa sesederhana merekahnya sebuah senyuman. Semakin lebar senyum dan semakin dalam lipatan di sekitar mata Anda ketika tersenyum, semakin besar pula kemungkinan Anda untuk hidup lebih lama.

Kaitan antara senyum dan umur panjang ini diungkapkan oleh peneliti dalam riset yang dimuat di jurnal Psychological Science. Temuan baru ini menambah bukti lain bahwa hidup dengan kebahagiaan dan gembira memberi pengaruh kuat bagi kualitas kesehatan dan harapan hidup.

Peneliti percaya, lebarnya senyuman dan dalamnya kerutan di sekitar mata adalah cermin positif dari hidup seseorang yang dapat diterjemahkan dalam kesehatan jangka panjang yang lebih baik.


Kesimpulan ini merupakan hasil studi terhadap foto-foto berusia tua. Para ahli dari Wayne State University, Michigan, meneliti 230 gambar pemain liga bisbol yang dicetak dengan data registrasi tahun 1952. Daftar ini memuat semua profil dan statistik pemain, seperti tanggal lahir, berat, status perkawinan, dan karier.

Para ahli lalu membuat peringkat pemain berdasarkan bentuk senyuman. Ada kelompok pemain yang tak tersenyum sama sekali, tersenyum parsial (sebagian otot di sekitar mulut saja yang aktif), serta tersenyum lebar (ditandai tawa lepas dengan gigi yang tampak, pipi yang naik, dan lipatan di sekitar mata).

Foto-foto ini lalu dibandingkan dengan usia dan harapan hidup setiap pemain. Hasil analisis menunjukkan

184 pemain tercatat sudah meninggal. Mereka yang masuk kategori "tanpa senyum" hidup dengan usia rata-rata 72,9 tahun.

Di antara kelompok "senyum parsial', harapan hidupnya rata-rata mencapai 75 tahun. Adapun mereka yang senyumnya paling lebar memiliki usia rata-rata 79,9 tahun atau tujuh tahun lebih panjang dari rekannya yang "jarang senyum".

Riset juga menemukan bahwa "senyuman palsu" tidak akan memberikan manfaat yang sama karena penambahan angka harapan hidup hanya terlihat pada pemain yang memiliki senyuman asli yang dikenal dengan Duchenne smiles.

Senyuman Duchenne mengaktifkan sekelompok otot di sekitar mulut dan mata. Istilah ini dimunculkan oleh seorang ahli saraf pada abad ke-19. Senyuman ini berbeda dengan senyum palsu yang hanya melibatkan otot di sekitar mulut.

Jadi mulai saat ini, tersenyumlah dengan lepas agar Anda tetap sehat dan panjang umur!

Baca juga ini :

1.menghilangkan kebiasaan merokok

2.waktu hidup

3.cuma browsing bisa dapet uang

4.tips membantu berhenti merokok

5.buanglah sampah pada tempatnya.

6.Makin banyak duduk makin pendek umur

7.akibat rokok, penyakit jantung makin menyerang orang muda

8.Cukupkah waktu tidur anda

Selengkapnya...

Powered By Blogger

  ©Template Blogger Elegance by Dicas Blogger.

TOPO